Assalamu'alaikum wr. wb teman temaaan
Sekedar pingin share nih, cerita aku bisa join di Beasiswa Unggulan dari DIKTI :)
Masih inget kan gimana rasanya jadi bulan-bulanan SBMPTN? Waktu itu, aku juga ikutan jadi salah satu korbannya. Belajar mati-matian, ngeluarin uang banyak buat persiapan tes, mulai dari les ini, itu, beli buku "sbmptn pasti lolos" lah, dan lain sebagainya. Sampai ngeluarin uang juga buat biaya test, tidur di homestay (aku test di luar kota saat itu), dan lain sebagainya. Tapi, apa daya, ikhtiar udah, tapi kalau Allah tidak menghendaki, ya nggak bakal jadi. Dan akhirnya menetap lah aku di salah satu Universitas Swasta di Semarang.
Waktu pendaftaran, ngerasa agak "keder" juga, ngeliat form rincian biaya yang angkanya, *nggak usah dibahas lagi deh, cukup tau aja .___. Waktu itu aku daftar bareng mama, sempet bingung dan takut juga, kalau uang gedungnya aja udah segini, terus per semester mau kena berapa? Oke, skip. Alhamdulillah, waktu itu masnya yang jaga stand pendaftaran nawarin program Beasiswa Unggulan, dari DIKTI katanya, tapi harus ikut seleksi dulu. Jujur, aku emang udah kepikiran, kalau aku nggak bisa gratis sekolah di Universitas itu, aku bakal coba SBMPTN tahun depan. Dan ternyata, setelah melalui tahap seleksi administrasi (berkas-berkas dan toefl minimum 450), aku lolos ke tahap wawancara. Lumayan banyak juga yang lolos seleksi administrasi, waktu diwawancara sempet agak nyendat juga, ya gimana juga pasti grogi kan lah yaa, orang diwawancarainya sama Bapak Kaprogdi langsung .___. Lalu, beberapa bulan kemudian muncul lah pengumuman siapa saja yang lolos Beasiswa Unggulan. Alhamdulillah, aku termasuk salah satu dari 54 anak yang beruntung bisa lolos beasiswa ini. Udah nggak perlu mikir uang spp dan sks, cukup bayar uang poliklinik dan modul per semesternya, yang kisarannya sekitar 300.000 an. Uang gedung pun dikembalikan. SubhanAllah, memang Allah pasti punya rencana yang terbaik buat kita yaa :)
Cuma mau share sedikit lagi aja nih, salah satu temanku yang kuliah di Universitas Negeri, malah bingung sendiri mikirin uang semesterannya dia, yang ternyata nggak beda jauh sama uang semesteran di Universitasku. Ya Alhamdulillah, Allah itu memang yang paling mengerti kita, mungkin kalau aku diterima di Universitas Negeri yang aku mau, aku akan kesusahan memikirkan biaya kuliah yang nggak sedikit itu.
O ya untuk berkas-berkas waktu seleksi administrasi, isinya form untuk data diri, terus kita deskripsikan masalah di kota kita, dan kita buat proposalnya (kaya' proposal mau skripsi gitu). Gampang kan?
Jadi, buat yang adik-adik, atau yang belum diterima di Universitas yang diinginkan, atau terutama yang masih bingung mau lanjut kuliah atau nggak "cuma karena masalah biaya", jangan khawatir, tetap semangat, ikhtiar dan tawakkal yaa. Cari informasi tentang perkuliahan dan beasiswa yang ada di sana sebanyak-banyaknya.
Yang pasti nggak ada kata "Nggak akan kuliah karena nggak ada biaya". O ya beasiswa ini bukan ditujukan khusus untuk masyarakat yang kurang mampu seperti Bidik Misi, jadi tenang aja, kita tidak perlu repot mengurus surat keterangan miskin, dan lain sebagainya. :)
That's it, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum. wr. wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar